BREAKING NEWS
You are here: Home » LINGKUNGAN » Ditemukan Tumpukan Limbah, PT Harpiah Diduga Cemari Lingkungan
Ditemukan Tumpukan Limbah, PT Harpiah Diduga Cemari Lingkungan

Ditemukan Tumpukan Limbah, PT Harpiah Diduga Cemari Lingkungan

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – PT. Harpiah di duga tidak malakukan pengolahan limbah aktivitas industri dengan baik. Hal ini di ungkapkan oleh Anggota DPRD Komisi III Baso di ruang Komisi III DPRD Luwu, Kamis (02/4/15).

Menurutnya, hal ini pertamakali di temukan ketika memantau jalan ke lokasi PT. Harpiah di desa Kadong-kadong Bajo barat, pada pinggir jalan terdapat sejumlah timbunan yang di duga berasal dari limbah aktivitas industri.

“Di pinggir jalan terdapat timbunan tanah dan di duga tanah dan pasir timbunan itu adalah limbah dari aktivitas PT. Harpia karna warna dan bau dari batu dan tanah timbunan sangat berbeda dengan tanah dan pasir sungai pada umumnya,” terang politisi Gerindra ini.

Disaksikan sejumlah anggota DPRD lain, Baso memperlihatkan contoh timbunan berupa tanah dan batu yang berwarna hitam yang diambil langsung dari timbunan yang berada di lokasi jalan menuju aktivitas PT. Harpia. Sejumlah anggota DPRD Luwu Komisi III yang mengecek sampel tersebut mengatakan jika tanah dan batu itu berbau solar.

Menanggapi hal ini, Yani Mulake selaku ketua Komisi III belum bisa mengeluarkan pernyataan jika hal tersebut adalah limbah hasil industri. Hal ini akan di kordinasikan dengan SKPD terkait seperti BLH, Dinas Pertambangan dan pihak PT. Harpiah. Jika dugaan ini benar maka juga bisa terlihat adanya kelalaian Pemda dalam mengawasi aktivitas tambang.

“Kita harus melakukan kordinasi dulu dengan SKPD terkait termasuk PT. Harpiah, kami akan pantau di lapangan dan di serahkan kepada BLH unutk di teliti terlebih dahulu, jadi ini masih sebatas dugaan saja termasuk adanya kelalaian Pemda dalam pengawasan,” kata Yani.

Sementara itu Kepala desa Kadong-kadong, Rusli, yang sempat di konfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan terdapat timbunan di jalan lokasi aktivitas PT. Harpiah. Namun menurut Rusli timbunan itu berasal dari sungai yang diangkut oleh pekerja untuk memperlebar jalan masuk kelokasi aktivitas PT. Harpia.

“Timbunan itu berasal dari sungai yang di angkut oleh pekerja PT. Harpiah jadi bukan limbah sisa aktivitas industri,” jawabnya singkat

Baso menambahkan jika timbunan itu berasal dari sungai dan sesuai dengan sampel timbunan yang ada maka di duga kuat sisa-sisa aktivitas limbah selama ini di buang begitu saja di lokasi sungai dan tidak ada pengolahan yang baik terhadap libah selama PT. Harpiah melakukan aktivitasnya di Bajo barat. Hal ini bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

Kerugian yang akan di timbulkan akibat pencemaran bisa sangat besar karna aliran sungai Salu Suso mengairi ratusan hektar persawahan di beberapa kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bajo, Belopa, Belopa utara, dan Kamanre, di tambah lagi masyarakat yang menggunakan air sungai untuk keperluan lain.

“Dari contoh sampel ini yang di duga bercampur dengan zat kimia aktivitas industri dan jika memang benar berasal dari sungai maka ada dugaan kuat PT. Harpiah tidak mengeolah limbah dengan baik bahkan bisa mencemari lingkungan”.

Sampai saat ini pemilik PT. Harpiah, Hj. Sahar tidak bisa di konfirmasi terkait dugaan pembuangan limbah industri tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perusahaan ini juga bermasalah karena tidak mengantongi izin pengunaan jalan umum dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu. Pemakaian jalan umum secara semena-mena ini terjadi selama kurang lebih empat tahun. (Baca: Beroperasi Selama 4 Tahun, PT Harpiah Tak Kantongi Izin Penggunaan Jalan)

 

Reporter: Acep Crisandy
Editor: Acep Crisandy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com