BERITA PILIHAN

Jenuh Dengan Konflik, Pemda Lutra Enggan Mediasi Warga

Masamba, Lagaligopos.com – Konflik yang terjadi baru-baru ini antarwarga Desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tana Lili membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara jengkel dan bosan. Karena kejengkelan itu, Pemda pun enggan menggelar mediasa antara kedua desa itu.

“Kami jenuh dengan kondisi seperti itu. Sanksi berupa penghentian aktivitas proyek pembangunan dan bantuan di Desa Munte dan Karondang tetap berlaku. Mohon maaf kepada masyarakat. Ini karena ulah masyarakat sendiri,” tegas Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Menurut Indah, perdamaian di daerah itu menjadi tanggung jawab masyarakatnya sepenuhnya. Apabila ada niat tulus masyarakat di dua desa itu menginginkan perdamaian, maka perdamaian di dua desa itu dapat terwujud. Niat damai itu harus mereka buktikan sendiri dengan terlebih dulu mengajukan ke pemerintah.

“Kades Munte sudah meminta agar dilakukan mediasi Senin, pekan depan. Tapi, saya meminta tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga yang konflik di dua desa ini dilibatkan dalam pertemuan ini. Percuma damai. Baru dua hari pertemuan sudah konflik lagi,” ujarnya.

Kapolsek Bone-Bone, Kompol Hamuddin berharap konflik antarwarga di dua desa itu dapat segera berakhir. Pihaknya sudah menyiapkan tempat jika kedua desa itu benar-benar berniat ingin berdamai.

“Di antara perbatasan dua desa itu ada tempat aman. Lokasinya dekat kuburan, disitu kita bisa jadikan tempat pertemuan membahas perjanjian damai,” ujarnya. (RPB)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top