METRO

Masyarakat dan Mahasiswa Soroti Pelayanan RSUD Andi Djemma Masamba

Masamba, Lagaligopo.com- Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba yang banyak di keluhkan oleh pasien selama ini mendapat sorotan dari masyarakat dan mahasiswa.

Sorotan tersebut tergambar dari aksi demonsrasi yang di gelar pagi tadi Kamis, (06/02/14) sekitar pukul 10.00 Wita di depan RSUD Andi Djemma Masamba. Aksi yang di ikuti puluhan masyarakat dan mahasiswa ini di sambut antusias masyarakat di sekitar rumah sakit, pengguna jalan, dan beberapa orang keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan yang memang selama ini banyak mengeluhkan kualitas pelayanan terhadap pasien, terutama pelayanan terhadap mereka yang berasal dari ekonomi lemah (Pengguna program kesehatan gratis kartu Jamkesmas dan Jamkesda).

Salah seorang peserta Aksi, Abd. Rajab dalam orasinya mengungkapkan “Kesehatan merupakan hak setiap masyarakat tanpa melihat latar belakang ekonominya, namun melihat beberapa kejadian yang ada di RSUD Andi Djemma Masamba sangat memiriskan hati, layanan kesehatan justru  menjadi ladang bisnis oleh oknum-oknum tertentu, belum lagi pelayanan terhadap pengguna kartu jaminan kesehatan gratis Jamkesda dan Jamkesmas yang diskriminatif dan terkadang masih di bebani biaya tambahan yang sangat membebani pasien, jadi memang orang miskin dilarang sakit” Teriak Kabid PPD PP-PEMILAR ini.

Sementara itu Koordinator Aksi, Ramadhan To Mari, yang juga merupakan Direktur LSM PEMALU saat di temui di tengah-tengah aksi mengatakan, “Setiap tahunnya RSUD Andi Djemma Masamba mendapat gelontoran dana yang cukup besar dari APBD untuk menunjang program kesehatan gratis. Untuk tahun 2013 dana APBD yang dikelola oleh RSUD Andi Djemma Masamba sebesar Rp. 46.902.142.000, untuk pengadaan obat-obatan RSUD Andi Djemma Rp. 4.621.564.600, untuk pelayanan kesehatan gratis Rp. 7.300.000.000, untuk kemitraan pengobatan lanjut bagi pasien kurang mampu Rp. 3.552.400.000, dan untuk dana peningkatan mutu pelayanan kesehatan sebesar Rp. 1.970.370.000, lalu menguap dimana aliran dana ini, mengapa rumah sakit harus kekurangan obat, mengapa pasien harus beli obat diapotik luar, mengapa pengguna jaminan kesehatan gratis harus memberi jaminan uang. hal inikan tidak sesuai dengan apa yang termaktub dalam perda no 5 tahun 2010 tentang penyelenggaraan kesehatan gratis,” Ungkap Ramadhan.

Demonstran sendiri sempat ditemui oleh Dirut RSUD Andi Djemma Masamba, Drg. Marhani Katma, sebelum melanjutkan aksinya di DPRD Kab. Luwu Utara, dokter gigi ini memberikan klarifikasinya di depan demonsran  dan di sambut dengan teriakakan mundur dari jabatannya oleh beberapa peserta demo dan masyarakat disekitar lokasi aksi,” (RPB)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top