POLITIK

“Pertengkaran” Luwu Tengah di Facebook

Palopo, Lagaligopos.com – Isu gagalnya Luwu Tengah terbentuk telah mengelinding kesana-kemari. Pernyataan-pernyataan para Legislator asal Luwu Raya, baik yang di Provinsi mau pun yang di Pusat bertolak-belakang satu sama lain, membuat masalah ini semakin rumit.

Masyarakat yang mestinya diberikan penjelasan jujur dan gamblang dari para wakil mereka pun kini dibuat bingung. Hal ini membuat publik semakin penasaran mengenai sebuah petanyaan mendasar, “Mengapa sebenarnya Luwu Tengah tidak di masukkan dalam sidang paripurna DPR RI beberapa waktu lalu”?

Disebuah Account Facebook yang bernama “Fikhar Rpg”, yang memposting sebuah berita dari Lagaligopos.com yang berjudul “Datu Luwu Kecewa Luwu Tengah Tidak Mekar”, terjadi sebuah perdebatan yang cukup ramai. Diantara yang ikut berkomentar ternyata ada dua orang Legislator Provinsi Sulsel Asal Luwu Raya.

Komentar pertama berita itu dilontarkan oleh Account bernama “Rusdi Amin”.

“Manami wakill kita di DPR RI khususnya dari Dapil 3 Sul-Sel??? kalau begini,” tulis Rusdi Amin.

Tidak disangka-sangka, komentar pertama itu langsung disusul oleh komentar Armin Mustamin Toputiri. Ketua Tim Pansus Luwu Tengah ini menulis, “Saya pun tidak pernah percaya doukumen itu hilang di Staff Komisi II DPR-RI, karena itu dokumen negara yang kami dulu Pansus Luteng DPRD Sulsel serahkan secara resmi (disaksikan anggota DPRD/Pemkab Luwu/Tokoh2 Luteng). Saat ini saya pun juga masih berada di Jakarta menelusuri jejak gagalnya Luteng masuk tahapan pembahasan terkait berikut (BANLEG). Tapi maaf, mana tokoh-tokoh pembentukan Luteng, kenapa tidak pro-aktif berjuang, dimana semestinya mereka yang harus intens di depan melakukan loby, dll (meski saya tahu memang hanya segelintir saja yang mau berkorban moril, materil. Sangat beda Tim Bonsel, maaf! (aMt),” kata Armin membandingkan pengurusan Luteng dengan Bonsel.

Setelah itu komentar dari account Acep Crissandi meminta agar buka-bukaan saja (ngomong yang sejujurnya).

“Sebaiknya kanda buka-bukaan sajalah tentang masalah ini. maksud saya ada apa sebenarnya karna hari ini begitu banyak issu yang beredar bahkan hingga black campain terhadap beberapa caleg RI. mungkin dengan adanya keterbukaan semua bisa menjadi jelas sehingga tak ada lagi saling menjatuhkan diantara sesama putra Luwu,” tulisnya.

Berikutnya, Account yang sama menulis komentar yang dikutip dari kata-kata Markus Nari, salahsatu Legislator Golkar Asal Luwu Raya di Pusat.

“Markus Nari: Karena kurang proaktif tim pembentukan Luteng, sebab ketika dokumen itu dimasukkan ke DPR RI, tidak ada tim yang mengawal hal itu ketika diproses, padahal dokumen yang dimasukkan ke DPR RI itu masih perlu dikawal, terutama untuk memenuhi sejumlah persyaratan teknis yang dibutuhkan,”

Berikutnya, Account “Fikar Rpg” juga ikut memposting pernyataan Bahrun Daido, Legislator asal Luwu Raya di pusat dari Partai Demokrat.

“Bahrum Daido: Berkas permohonan pembentukan Luwu Tengah saya yang jemput dan antar di Komisi II DPR-RI, hanya saja tidak ada dari pihak Pemerintah Kabupaten Luwu yang serius mengawal berkasnya sehingga kami menilai Pemkab Luwu tidak serius”.

Berikutnya, Account bernama, “Kahar Algifary”, menulis komentarnya. “ini pernyataan yang tidak bertanggung jawab sebagai salah satu anggota dewan di DPR-RI, upaya lepas tanggung jawab seperti ini sangat disayangkan., saya mengutip pernyataannya diatas, masih perlu dikawal terutama untuk memenuhi sejumlah persyaratan teknis, lalu dimana fungsi anggota kalau begini?” tulisnya.

Tidak ketinggalan Buhari Kahar juga ikut berkomentar, Legislator Provinsi asal Luwu Raya ini menulis, “Ya, cocok yang usulnya pak Armin, Kalo ada pak Marcus Nari di Palopo maka tanyalah beliau. Teman-teman Demokrat bilang bahwa Gaffar Patappe dari komisi 2 yang kawal sampai gol Bone Selatan, lalu rekan-rekan Hanura bilang bahwa Rahman Halid dari Hanura yang kawal Bone Selatan, dan kalau saya tidak salah pak Markus Nari. Cari mi itu beliau dinda,” kata Buhari.

Sampai pukul 21.14 Wita, Satatus Facebook yang di posting 8 jam yang lalu ini dikomentari sebanyak 54 kali dan hanya di like oleh dua orang, Selasa (05/11/2013). (RPB). 

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top