BERITA PILIHAN

Petani Kakao Lutim Ikuti Pelatihan Pasca Panen

Malili, Lagaligopos.com – Para petani yang tergabung dalam kelompok tani peserta kegiatan rehabilitasi gernas kakao  tahun anggaran 2013 dari 8 Kecamatan yang berjumlah 125 orang mengikuti pelatihan pasca panen kakao yang bertempat di Desa Lera Dusun Sekayu Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur, (13/11) kemarin.

Asisten Administrasi Umum, Muhammad Zabur mengatakan Kabupaten Luwu Timur termasuk sebagai penghasil kakao terbesar ke tiga di Sulawesi Selatan. Hal ini ditandai dengan naiknya produksi sebesar 28,45 persen. “Tahun 2008 jumlah produksi mencapai 13.572 Ton meningkat menjadi 17.433 ton pada tahun 2012” tandasnya.

Namun sayangnya, kata Zabur kakao yang kita produksi dihargai paling rendah dipasar Internasional, ini disebabkan karena beberapa hal diantaranya biji-biji kakao tanpa difermentasi, belum lagi kadar kotorannya tinggi hingga terkontaminasi serangga dan jamur.

Ia menilai kurangnya minat petani melakukan fermentasi kakao disebabkan keterbatasan petani dalam hal pemahaman tentang teknologi penerapan pasca panen. Selain itu, biji kakao yang dihasilkan  petani juga sangat bervariasi baik dari segi mutu dan jumlah sehingga membuat posisi tawar petani menjadi lemah.

“Pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi petani, dan kita berharap semua kendala yang ada dapat diatasi nantinya” ungkapnya.

Apalagi katanya, tahun ini harga kakao tertinggi telah menembus harga Rp. 30.000 /kg dan ini menjadi anugerah dan kesempatan petani untuk meningkatkan produksinya.

Pemerintah kata Zabur siap mendukung petani. Dikatakannya sepanjang tahun ini para petani kakao telah dibantu dalam kegiatan rehabilitasi sambung samping seluas 1.230 ha.

“Kami akan mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya diatas 1 ton per hektarnya” tandasnya.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Ir Muharif menambahkan pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetauan dan keterampilan petani utamannya pengeolahan tanaman kakao lanjutan ,pengalahan pasca panen kakao dan manajemen keuangan petani.

“Hasil pelatihan ini diharapkan dapat ditularkan kepada anggota kelompok tani” kuncinya. (hr/hms)

 

Sumber: luwutimurkab.go.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top