BREAKING NEWS
You are here: Home » POLITIK » Soal Luteng, Apakah Luthfi Peccu’?
Soal Luteng, Apakah Luthfi Peccu’?

Soal Luteng, Apakah Luthfi Peccu’?

PALOPO, LAGALIGOPOS.COM – “Karena tidak percaya lagi pada usaha saya untuk mengawal DOB Luteng maka dengan ini saya menyampaikan thanks. Semoga ada yang lebih baik untuk mengawalnya,” tulis Luthfi di beranda facebook Listan, Jumat (29/5/15).

Entah siapa yang tidak mempercayai Luthfi mengurus Luwu Tengah (Luteng) sehingga menulis status di media sosial seperti itu. Apakah Anggota DPR RI DAPIL tiga ini Peccu’?

Sontak status itu mendatangkan reaksi dari berbagai kalangan. Account Facebook atas nama Atto dengan nada seakan membujuk menulis, “Kami tetap mensupport opu untuk terus berjuang demi Luwu Tengah cepat terealisasi. Mungkin kawan2 perlu pembuktian dan semoga kritikan ini opu semakin termotivasi untuk segera membuktikan kepada mereka, sesuai dengan slogan opu LAM selama ini memberi bukti bukan janji”.

Komentar Atto kemudia disusul oleh Marwadi Herman. Ia menulis, “Mundur berrti menyerah, buktikan klw tudingan ini salah”.

Bupati Luwu Utara dua priode itu langsung menjawab dua komentar tersebut, “Sy tdk perlu membuktikan. Mau dibilang menyerah silahkan sj. Smg ada yg lebih bisa membuktikan”.

Account Irfan Khaeruddin menimpali, “Janji tetap Janji”. Tampaknya Khaeruddin mengingatkan statemen Luthfi beberapa waktu lalu dimedia yang mengatakan bahwa, “TIDAK AKAN ADA PEMEKARAN DI INDONESIA, JIKA BONE SELATAN DAN LUWU TENGAH TIDAK DISAHKAN…”

“Kapan anda pernah dengar janji sy soal luteng kpd masy luteng. yg sy lakukan adalah menyampaikan dlm rapat di komisi II bhw jgn pernah coba membentuk DOB jika luteng tdk ada didalamnya. Itu semata mata didorong olh kesadaran sy sbg warga luwu/dapil III sulsel yg ada di DPR. Dan sy tdk sendiri dari dapil 3. Ada 7 org,” balas Luthfi.

Tulis Luthfi lagi, “Yg terekspose ke publik itu krn pernyataan sy di komisi II DPR dikutip olh wartawan. Jd bukan janji tp komitmen sy sbg agt DPR dapil III/warga luwu. Anda hrs paham itu. Mana janji dan mana komitmen sbg rasa tanggung jwb”.

Irfan Khaeruddin menimpali lagi, “Berarti kalau ucapan terima kasih dan ada yang lebih baik mengurusnya, bisa dikatakan tidak komitmen karena sebelumnya merasa ada tanggung jawab.. tapi sy percaya opu LAM akan tetap mengawal Luteng. Kami support”.

Komentar berikutnya dari Account Acep Crissandi seakan mencoba “memperbaiki kerusakan”, “Tidak semestinya kritikan yang tidak berguna langsung mematahkan semangat”.

Reporter: Fikar

Editor: Rival Pasau

21 comments

  1. Kenapa mi itu na peccu’ Opu. Jangan di ganggu-ganggu dulu dalam berjuang. Nanti di lihat kerjanya bari di kritik

  2. Dari kemarin orang-orang kritik Pejabat dan politisi Luwu Raya, mereka tuli-tuli saja dan sebisanya komentar di media. Tapi yang ini lain langsung minta mundur. Hebat betul yang bernama Ciwank Gengster, kritikannya membahana hingga ke Jakarta dan jadi keributan orang Luwu Raya

  3. Bilang saja kalau susah menyatu. Orang Walenrang Lamasi saja susah di pegang kata-katanya. Menurut cerita mahasiswa-mahasiswa yang kemarin demo. Mereka sudah sepakat tidak akan ada yang ke jakarta. Eehh ada yang lolos tak Bilang-bilang pergi Jakarta pajang dirinya cerita hebat tentang dirinya di Jakarta. Akhirnya di tangkap dan dari dalam penjara marah-marah. Aweee.., keluar dapat gelar PAHLAWAN LUWU TENGAH, pahlawan macam apa itu sudah khianati kesepakatan baru di penjara tidak tahan. Itu kah namanya berjuang. Mungkin memang tidak pantas di bantu untuk mekar

  4. Saran untuk Opu Luthfi suruh itu yang bergelar pahlawan perjuangkan daerahnya. Na di lihat juga heheehhh

  5. Luwu Tengah terlalu lama di urus, sudahi saja di perjuangkan jadi kabupaten lebih baik bagi 2 saja. Sebagian ke Luwu Utara sebagaian ke Palopo. Kan aman mi kalau begitu. Daripada begini sudah ada mi politisi yang tidak merasa bersalah, ada mi demo tutup jalan sampe ada korban jiwa, ada yang jadi pahlawan tapi hasilnya tidak jelas jadi sudah mi itu Luwu Tengah yang lain-lain saja di bahas

  6. Saran saya Opu berhenti saja urus Luwu Tengah langsung nyatakan sama Mentri di Jakarta Luwu Tengah tidak jadi tapi mau di bagi dua di kasi Kota Palopo dan Kab. Luwu Utara. Semoga tidak mengamuk lagi

  7. ALM sudah komitmen dan semuanya masih berproses, tapi kenapa ada yang hanya kritik satu orang politisi saja. Setahu saya saat baca media hanya Luthfi yang berani komitmen. Mana yang lain AMRAN.SE, BAHRUM DAIDO, ANDI ECHI, mana itu semua.

  8. Saya jujur saja tidak sepakat Luwu Tengah terbentuk, bagi sebagian besar orang yang berkepentingan itu bagus. Tapi lihat ki kondisi kabupaten induk Luwu atau Belopa pemerintahannya kacau dan ambur adul apakah layak mau menangani Luwu Tengah dengan APBD seperti Luwu dan pejabatnya sangat dekat dengan prilaku korupsi. Manajemen pemerintahan Luwu itu buruk lalu bagaimana kalau mau menangani Luwu Tengah lagi. Pasti lebih kacau lagi. Baiknya di ajukan ke Pusat agar infrastruktur untuk masyarakat Walmas bisa di penuhi pada pelayanan publik. Kalau mau bentuk kabupaten kapan bagusnya pelayanan publik untuk masyarakat walmas.

  9. Kalau begitu opu, hentikan saja. Karena hanya kita yang selama ini konsisten untuk Luwu Tengah. Tapi kalau di tanggapi yang bukan-bukan maka lebih baik urus yang lain

  10. Kenapa orang-orang Luwu Raya susah sekali bersatu dan saling mempercayai, jika sudah seperti itu kapan semua cita-cita wujudkan Luwu Tengah akan terwujud

  11. Saya dengar dari beberapa orang katanya memang pernah ada usaha agar Walmas lebih baik di bagi 2 saja sebagian ke Luwuw Utara dan sebagian ke Kota Palopo karena masalah masyarakat Walmas adalah pelayanan pemerintahan yang sangat jauh. Maka dengan bergabungnya dengan Palopo dan Luwu Utara itu bisa di tangani
    Mungkin itu satu solusi yang bagus juga, tapi kenapa banyak yang ngotot hingga masalah terlalu lama pasti karna kepentingan posisi jika Luteng jadi.

  12. Daripada Luwu Tengah yang kuras tenaga dan pelakunya kadang tidak konsisten lebih baik Luwu Utara saja di mekarkan Opu. Malangke selama ini yang jauh dari pembangunan bagusnya di mekarkan saja menjadi Kabupaten MALANGKE RAYA saja. Luwu Utara masih luas dan masih bisa jadi 2 kabupaten. Walmas bagi 2 sebagian ke Palopo sebagaian ke Luwu Utara. Itu baru mantaaappp

  13. Tinggalkan urusan Luwu Tengah lebih baik fikirkan kesejahteraan masyarakat. Luwu Tengah terbentuk tak ada jaminan masyarakat sejahtera terlalu banyak yang fikirkan kepentingan pribadinya dan rakyat yang jadi korban

  14. Untuk Anggota DPR RI yang mewakili Luwu Raya anda di pilih oleh rakyat, anda bekerja untuk rakyat. Apakah semua masyarakat sepakat Walmas dimekarkan jadi Luwu Tengah. Tidaaakkk.., masyarakat lebih berfikir bagaimana mereka bisa hidup dengan sejahterah dan damai. Tinggalkan urusan yang hanya menguntungkan segelintir orang

  15. Sebenarnya kemarin Luwu Raya sudah bisa jadi Provinsi jika Andi Hatta Marakarma Bupati Luwu Timur tidak berkhianat. Hari ini Andi Echi berada di DPR RI mewakili suara rakyat Luwu Raya sudah seharusnya membantu ALM memperjuangkan Luwu Tengah sebagai penebusan dosa sejarah bapaknya sebagai syarat cita-cita prov. Luwu raya. Hidup provinsi Luwu raya ..!!!!

  16. Kalau Opu Luthfi sudah mundur maka sudah habislah Luwu Tengah. Mungkin memang ini ending dari perjuangan Walmas bukan hanya karena ada saling tidak percaya tapi juga ada yang merasa paling tahu bahkan menjadi Pahlawan. Pahlawan Luwu Tengah abal-abal dan tidak tahu malu tujuan belum tercapai langsung menjadi pahlawan. Sekarang mana suaranya pahlawan Luwu Tengah

  17. Melihat komentar Andi Luthfi seperti sudah konsisten untuk mundur memperjuangkan Luwu Tengah kalau begitu ambil saja pelajaran jika kedepannya ada lagi gerakan jangan suka bercerai berai, Luwu Tengah siapa yang menolak jika banyak kepentingan orang-orang tertentu untuk mengambul keuntungan posisi dan materi

  18. Bilang saja kalau gambo-gambo itu Luwu Tengah mau terbentuk. Lalu yang suka posting status optimis di grup dan dinding FB itu hanya ingin menenangkan saja untuk menyembunyikan kalau sebenarnya Luwu Tengah sudah gagal. Gambo ji semua itu, na jelas sekali tidak jelas nasibnya

  19. Dengar-dengar yang dapat gelar Pahlawan namanya Bayu Purnomo, iya saya juga cari-cari dia sekarang ada dimana dia. Katanya sempat ada barter kasus dia dan temannya di keluarkan dari penjara tapi pelanggaran HAM akan di hentikan untuk di usut. Susah memang ini orang walmas mau di bantu, kalau begitu kasi saja mereka yang urus. Sudah khianati perjuangan sudah itu gerakannya hanya begitu saja dan tidak ada kelanjutan

  20. Saya sepakat sama di atas kalau Luwu Tengah susah di bentuk lebih baik bentuk KAB. MALANGKE RAYA saja mungkin orang malangke lebih bisa di atur dan semoga terwujud

  21. Hahahaha, politisi kampung….. Kalau sdh buat komitmen apalagi sdh menjadi tugas anda untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Yg namanya kritikan bagi public figure itu biasa…. justru sikap seperti ini memperlihatkan anda tidak layak menjadi public figure…. mending mundur sj lah, mental kerupuk seperti anda memang tdk layak mewakili kami….. Saat media memberitakan Luthfi berstatement “TIDAK AKAN ADA PEMEKARAN DI INDONESIA, JIKA BONE SELATAN DAN LUWU TENGAH TIDAK DISAHKAN…” knapa tdk dibantah?? justru ketika ditagih sekarang anda baru mau membantah….. Kampungan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com