POLITIK

Tertibkan Atribut Kampanye, KPU Palopo Diancam Preman

Palopo, Lagaligopos.com – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo dipertanyakan dalam menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan. Lembaga tersebut tidak berdaya menghadapi tekanan dari sejumlah preman  yang menghalang-halangi penertiban.

Kejadian ini terjadi saat  KPU Palopo didampingi Panwaslu berencana melakukan penertiban alat peraga kampanye milik Partai Demokrat yang memenuhi bahu jalan sepanjang Jalan Veteran, Kamis Petang (20/02/2014). Penertiban tersebut  nyaris berujung ricuh saat sejumlah preman menghalang-halangi kegiatan tersebut.

Salah seorang diantaranya bahkan mengancam, jika ada ada berani mencabut bendera Partai Demokrat, maka akan berhadapan dengannya.

“Salahkah kami jika menghargai ketua Partai kami yang akan berkunjung. Jangan di cabut, coba cabut, akan berhadapan dengan saya,” ucap salah seorang warga sambil menunjuk kearah Komisioner KPU.

Orang tersebut berasalan, tidak ada yang dirugikan dengan adanya atribut-atribut tersebut. Penyelenggara Pemilu juga, katanya, tidak adil. Alat peraga kampanye milik partai lain dibiarkan, sedang atribut milik partai Demokrat dipermasalahkan.

“Jangan memancing massa. partai lain memasang kalian tidak cabut. Atribut milik PAN disepanjang jalan sampai di Kedatuan tidak kalian tertibkan. Yang berhak mencabut itu, juga adalah satpol PP, polisi hanya mengamankan. Jadi KPU tak berhak, ” teriaknya lagi.

Sementara itu, Ketua Panwaslu, Hisma Kahman yang ditemui dilokasi mengatakan, seandainya pihaknya yang berwenang melakukan penertiban, maka atribut partai berlambang mercy tersebut sudah ia bersihkan, “Jangan sebut saya Hisma jika saya tidak mencabut semua ini,”

“Ini aturan, kami tidak berpikir siapa untung siapa rugi, kami hanya menegakkan aturan. Partai-partai banyak yang cemburu dan komplain terkait hal ini,” tukasnya.

Menurut Hisma, seharusnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan instruksi ke kadernya untuk tidak berlebihan dalam melakukan penyambutan dirinya. “Apalagi ini mendekat pemilu, SBY juga merupakan ketua Partai, sehingga jika seperti ini, memancing kecemburuan dan protes dari partai lain.”

Sementara itu Ketua Partai Demokrat Kota Palopo, Hamka Hidayat yang dihubungi Ketua Panwaslu tidak mengangkat telponnya, “Hamka Hidayat juga tidak kooperatif. Sudah ditelpon 10 kali namun tidak direspon,

Salah seorang Tim sukses salah satu caleg Partai Demokrat berujar kepada Hisma, ia menjamin usai shalat jumat besok, atribut Partai Demokrat tersebut akan dibersihkan, “saya menjamin itu, besok akan bersih,”

Kejadian ini sempat memacetkan lalu lintas di jalan tersebut. Beberapa Bendera Partai Demokrat yang sempat dicabut, dipasang kembali oleh sejumlah warga. (Fz)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top