BREAKING NEWS
You are here: Home » BERITA PILIHAN » Tidak Penuhi Panggilan, DPRD Luwu Ancam Tutup PT Harpiah
Tidak Penuhi Panggilan, DPRD Luwu Ancam Tutup PT Harpiah

Tidak Penuhi Panggilan, DPRD Luwu Ancam Tutup PT Harpiah

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – Panggilan DPRD Luwu dari Komisi III rupanya tak di idahkan oleh PT.
Harpia Graha Perkasa. Hal ini dianggap sebagai pelecehan oleh anggota DPRD Yani Mulake selaku ketua Komisi. Menurutnya, ini hanya sebuah konfirmasi yang berasal dari aspirasi masyarakat hingga PT. Harpia tidak memandang sebelah mata keluhan masyarakat selama beroperasi.

Melihat ketidak datangan PT. Harpia, Komisi III akan kembali bersurat, jika kembali tidak di tanggapi maka akan ada ketegasan untuk perusahaan yang beroperasi di Desa Kadong-kadong Bajo barat.

“Yang kami lakukan ini hanya sekedar meminta kejelasan terkait aspirasi masyarakat, namun jika komunikasi dengan baik-baik saja kami DPRD tidak di idahkan, maka kami anggap ini sebagai sebuah pelecehan. Kami akan kembali bersurat agar bisa kembali hadir pada hari senin jika sikap pihak PT. Harpia masih sama maka kami akan tindak tegas, kalau perlu tutup,” tegas Yani.
Sementara itu di tempat yang sama Camat Bajo Barat Ridwan yang diminta keterangannya menjelaskan saat ini masyarakat sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan PT. Harpiah yang semena-mena mengambil kekayaan alam tanpa ada timbal balik pada masyarakat.

“Saat ini masyarakat Bajo barat sangat resah dan sudah bosan dengan tindakan PT. Harpia yang kami anggap semena-mena, mengambil kekayaan alam namun jalan termasuk beberapa fasilitas umum lainnya tidak pernah di benahi,” ucap Ridwan.

Ditempat yang sama kepala desa Kadong-kadong Rusli T juga mengungkapkan hal yang sama. Selain kerusakan jalan, PT. Harpia juga telah merusak kebun dan sawah warga yang berada dipinggir sungai dan tidak pernah memberi ganti rugi. Bantuan-bantuan untuk kegiatan kemasyarakatan hampir tak ada dan beberapa rumah warga yang terletak di pinggir sungai terancam longsor akibat pengikisan badan sungai terus-menerus.

Terdapat tiga aktivitas perusahaan PT. Harpia yaitu: tambang pasir dan batu galian C, pabrik pemecah batu, dan pabrik pengolahan aspal. Keberadaan pabrik ini juga menyebabkan polusi udara yang berasal dari debu jalan dan cerobong asap.

“Selama tiga tahun beroperasi kami hanya di beri bantuan untuk pembangunan mesjid, untuk kegiatan yang lain sangat jarang, dipinggiran sungai sudah ada kebun dan sawah yang rusak bahkan beberapa rumah bisa saja terseret air. Pastinya selama ini kami di rugikan oleh PT. Harpia,” tutup Rusli.

 

Reporter: AC
Editor: AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com