Belopa, Lagaligopos.com – Warga Desa Tettekan Kecamatan Bajo barat yang dalam beberapa bulan terakhir heran dengan pembayaran listrik mendatangi kantor PLN Ranting Belopa. Warga meminta kejelasan mengenai pembayaran listrik yang mereka dianggap tidak sesuai antara pembayaran dan pemakaian.
Namun saat coba ditemui, Menejer PLN Belopa tidak berada ditempat. Warga yang telah membawa beberapa copian pembayaran listrik akhirnya menceritakan keluhan masyarakat tentang pembayaran listrik di desanya.
“Ada hal yang sangat mengherankan dalam pembayaran listrik bulan lalu dan hampir semua warga juga mengalaminya. Contoh, ada warga bulan 11 dan 12 hanya membayar sebesar 25.000, tiba-tiba di bulan 1 menjadi 117.000, kemudian di bulan 2 naik menjadi 119.000. Ada juga warga pada bulan 12 hanya membayar 24.000 kemudian di bulan 1 menjadi 124.000,” kata Kahar menjelaskan.
Kahar menambahkan bawa selama ini tak ada pencatat kwh meter yang datang kerumah-rumah warga. (Baca juga: Warga Anggap PLN Hanya Menebak-Nebak Tagihan Listrik)
Salah seorang pegawai PLN yang sempat ditemui Kahar mengakui bahwa dalam bulan 12 tak ada pencatatan kwh meter, dan dalam bulan selanjutnya pencatatan kwh meter kembali dilakukan.
“Pada bulan 12 memang tak ada pencacatan kwh meter karna ada pembayaran tunggakan dan pembayaran bulan 12 hanya dirata-ratakan dari bulan sebelumnya,” aku salah satu wanita pegawai PLN.
“Namun pada bulan selanjutnya normal kembali dan ada proses pencatatan kwh meter itu pada bulan 1 dan 2”.
Kahar melanjutkan, “jika memang dirata-ratakan pada bulan 12, dan bulan 1 dan 2 ada penormalan lalu mengapa pembayaran bisa melonjak hingga 3 kali lipat, padahal dalam setiap bulan pemakaian listrik sama dan selama 3 bulan terakhir tak ada petugas pencatat yang datang mencatat, bagaimana bisa diambil dasar pembayaran oleh PLN,” kata Kahar sembari memperlihatkan kopian pembayaran listriknya.
Namun pegawai PLN menjawab, “saat ini menejer tak ada di tempat, namun apa yang warga pertanyakan hal itu bisa terjawab lewat angka pada kwh meter, dan hari kamis menejer kami sudah ada baru bisa dijelaskan,” kata salah seorang pegawai PLN yang terlihat kesulitan menjawab pertanyaan warga.
Reporter: AC
Editor: MA
