BREAKING NEWS
You are here: Home » OPINI » Membaca Tanda
Membaca Tanda

Membaca Tanda

OPINI | Saat menerima Piala Oscar, aktor Tom Hank berkata, “perasaan saya seperti laju sebuah cahaya. “Seperti kita tahu, cahaya, hingga saat ini masih memegang rekor sebagai pihak tercepat, yakni dalam sedetik melaju kira-kira 300 ribu kilo meter. Jadi pesaing terdekatnya adalah perasaan dan imajinasi.

Begitu cepat perjalanan imajinasi itu sehingga ketika anda sedang membayangkan sebagai orang kaya, anda langsung menjadi orang kaya setidak-tidaknya di dalam imajinasi. Hanya imajinasi yang sanggup mencapai hasil nyaris tanpa berusaha. Dari sinilah saya mulai paham mengapa Einstein mengatakan bahwa imajinasi lebih penting dibanding ilmu pengetahuan.

Sukses tanpa harus berusaha itulah konsep yang menakjubkan dari imajinasi. Kini manusia benar-benar bisa mengerti seberapa panas matahari tanpa harus menyentuhnya. Karena panas permukaannya, yang merupakan daerah “terdingin” diperkirakan 6000 derajad Celcius.

Makin ke tengah dan menjadi inti panas matahari bisa berjuta-juta derajat celcius. Begitulah kemampuan manusia. Sanggup mengerti sebuah inti tanpa pernah benar-benar menyentuh inti. Begitulah watak imajinasi yang sanggup membawa kita kesana sambil kita tetap disini.

Kini, kita sudah mengerti jarak matahari, bahkan jarak tempuh cahaya matahari untuk sampai ke bumi yakni sekitar delapan menit.  Kita mengerti bahwa cahaya bintang yang kita lihat setiap malam adalah cahaya yang bisa saja dikirim ribuan tahun lalu, karena jauhnya. Ribuan tahun perjalanan cahaya, wahai, betapa jarak menganga.

Tetapi jarak sejauh itu, terlacak dengan baik oleh otak kita yang cuma sekepal ini. Karena otak, ternyata juga tak kalah menakjubkan dari alam raya. Selain bisa untuk melacak jumlah berapa miliar jumlah bintang di sebuah galaksi, berapa miliar galaksi di sebuah superklaster, otak juga melacak dirinya sendiri.

Ada sekitar 1 triliun sel menghuni otak, sementara sel di seluruh tubuh manusia diperkirakan 200 Triliun. Ilmuan menyebut otak sebagai “alam semesta seberat satu kiligram”.

Dan tahukah anda apa sel itu? Bentuk terbesar ia bisa setara telur ayam, kecil setara ujung jarum pentul. Isi setiap sel ini serupa kota satelit yang seluruh kebutuhan untuk melakukan mata-rantai produksi lengkap tersedia. Setiap sel dilapisi lapisan cerdas serupa atmosfer yang melapisi bumi dengan tugas pelindung dan penyensor. Di dalam sel terdapat kesibukan setara dengan sebuah kantor provinsi dengan segala macam birokrasinya dan tak pernah korupsi.

Apa artinya cerita ini? Betapa luar biasa kemampuan manusia membaca luar dan dalam dirinya, sampai seluar-luarnya atau sedalam-dalamnya. Jadi betapa “mudah” sebetulnya membaca atau membayangkan nasib negara ini 20 tahun ke depan jika begini saja kemampuan kita dalam menghadapi persoalan. Membayangkan jumlah kendaraan dan jumlah jalan yang ideal saja, kini kita mulai kerepotan.

Oleh: Prie GS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com