BREAKING NEWS
You are here: Home » BERITA PILIHAN » Pemda Luwu Lalai Awasi Tambang Tanpa Izin
Pemda Luwu Lalai Awasi Tambang Tanpa Izin

Pemda Luwu Lalai Awasi Tambang Tanpa Izin

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – Perusahaan tambang PT Harpiah yang telah beroperasi hapir 4 tahun, ternyata tidak mengantongi sejumlah izin yang ditenggarai telah merugikan daerah miliaran rupiah. Hal ini terjadi akibat kelalaian Pemda Luwu mengawasi aktifitas perusaan tersebut yang beroperasi di wilayahnya. (Baca: Beroperasi Selama 4 Tahun, PT Harpiah Tak Kantongi Izin Penggunaan Jalan)

Menurut aktivis pemerhati lingkungan, Kahar, terjadi pembiaran yang dilakukan oleh Pemda Luwu, hal tersebut dibuktikan dengan beroperasinya PT Harpiah selama 4 tahun tanpa mengantongi izin penggunaan jalan umum, pengololaan limbah tidak layak, dan menghilangkan sawah masyarakat dan merusak Dasar Aliran Sungai Sosu.

“Selama hampir 4 tahun, kegiatan penggunaan jalan umum oleh tambang tersebut tanpa izin dari pemerintah, tapi pemerintah tidak pernah mengambil tindakan hukum. Opini yang berkembang dimasyarakat, perusahaan tambang itu seperti kebal hukum,” ucap Kahar kepada Lagaligopos, Senin (12/1/2015).

Kahar melanjutkan, Sejumlah SKPD daerah mestinya memahami regulasi yang ada, dan melihat langsung dampak kerusakan ekologis, sosial, budaya dan ekonomi akibat aktivitas tambang milik H. Sahar tersebut.

Kepala Desa Kadong-Kadong, Rusli, mengatakan, PT Harpiah beroperasi di Desa Kadong-Kadong sudah berjalan hampir 4 tahun, selama melakukan aktivitas, banyak masyarakat yang mengeluh, selain menyebabkan polusi udara, juga terjadinya erosi, lahan dan pemukiman penduduk, terancam hanyut jika perusahaan tersebut tidak segera dihentikan.

“Masyarakat sudah sangat resah, jalan umum yang digunakan juga sudah banyak yang rusak, sebab, mobil yang setiap hari melintas adalah mobil besar, muatannya bisa mencapai 6 ton, sementara kapasitas jalan maksimal 3 ton,”  kata Rusli kepada Lagaligopos.

Dari pantauan Lagaligopos, sejak diketahuinya sejumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan PT Harpiah, pihak Pemda Luwu belum mengambil langkah-langkah tegas terkait pelanggaran yang dilakukan PT Harpiah.

Menurut Baso, Politisi Gerindra, mestinya Pemda Luwu telah selesai menghitung kerugian daerah dan masyarakat untuk segera mengambil tidakan tegas terhadap perusahaan tersebut.

 

Reporter: AC
Editor: AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com