BREAKING NEWS
You are here: Home » KOMUNITAS » Perusahaan Datang Bawa Aparat, Ratusan Warga Seko Menolak
Perusahaan Datang Bawa Aparat, Ratusan Warga Seko Menolak

Perusahaan Datang Bawa Aparat, Ratusan Warga Seko Menolak

MASAMBA, LAGALIGOPOS.COM – Tindakan PT. Seko Fajar Prima yang kembali mencoba melanjutkan aktivitas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Seko tengah menuai kecaman dari warga setempat. Masyarakat beralasan, sebelumnya telah ada pernyataan tertulis perusahaan itu untuk tidak akan beraktivitas kembali di kecamatan Seko.

Diketahui, pihak perusahaan tersebut, Senin (11 Mei 2015) lalu, dengan dikawal sejumlah petugas kepolisian dan TNI mendatangi kepala Desa Tanah Makaleang untuk memberitahukan bahwa mereka akan melanjutkan proyek tersebut.

Ratusan masyarakat kemudian menemui pihak perusahaan tersebut di kantor camat Seko untuk mempertanyakan hal itu, Selasa (12 Mei 2015). Pun pertemuan itu tidak menghasilkan kesimpulan. Camat Seko Tandi Bulan, hanya menyarakan masyarakat untuk berdiskusi dengan DPRD Luwu Utara.

“Nah, rencana Selasa besok, kami akan melakukan hearing dengan DPRD untuk membicarakan hal ini.” Tutur Andri, perwakilan masyarakat Seko kepada lagaligopos, Minggu (17 Mei 2015).

Intinya, kata Andri, masyarakat Seko khususnya yang bermukim di Pohoneang dan Hoyane menolak keras pembangunan proyek tersebut.

“Kami menolak, pertama PLTA ini bukan kebutuhan masyarakat, kedua akan berdampak  pada lahan pertanian masyarakat. Ketiga Wilayah seko secara keseluruhan adalah wilayah adat yang diakui pemerintah Luwu Utara, secara otomatis pembangunan dan investasi yang masuk harus melalui persetujuan masyarakat adat.” tandasnya.

Pembangunan proyek tersebut akan meliputi beberapa wilayah Adat di kecamatan Seko, diantaranya Kampung Sae, Kampung Amballong, Kampung Longa, Kampung Kalaha, Kampung Poak-poak, dan Kampung Pokapa’ang. Pro-kontra dari warga setempat pun bermunculan.

Ditengarai, proyek ini menjadi “pintu gerbang” masuknya perusahaan-perusahaan untuk mengeruk sumber daya alam Seko yang diketahui kaya akan  hasil tambang. Berdasarkan kajian, hal ini dinilai aktivis lingkungan tentu akan berdampak pada lingkungan dan kehidupan sosial di kecamatan terpencil itu.

Reporter: Zulfiqar Rapang

Editor: Rival Pasau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com