HUKUM

Terkait K2 Fiktif, Polda SulselBar Periksa 4 Pejabat Luwu

Belopa, Lagaligopos.com – Terkait Honorer Kategori Dua (K2) fiktif, Polda SulselBar melakukan pemeriksaan terhadap empat pejabat dilingkup pemda Luwu. Masalah K2 fiktif di Kabupaten Luwu sampai hari ini tidak diproses oleh Polres Luwu kini ditangani oleh Polda SulselBar atas laporan berbagai pihak.

Sebelumnya di ketahui terkhusus di Kab. Luwu terdapat 8484 K2 yang mengikuti tes dan terdapat 1012 K2 yang dinyatakan lulus menjadi PNS. Jumlah K2 yang sangat besar itu memunculkan banyakya dugaan pemalsuan berkas K2.

Empat pejabat Pemda Luwu yang mendapat panggilan Polda SulselBar sesuai dengan surat POLDA SulselBar kepada Bupati Luwu tertanggal 26 mei 2014 dengan nomor B/ 286/ V/ 2014/ Ditrekrimum tentang bantuan undangan klarifikasi adalah Drs. Andi Muzakkir (Kepala Bappeda Kab. Luwu), Ir. Andi Fahri (Kadis Dikpora Kab. Luwu), Ir. Suharjono Mappe (Kadis Kelautan dan Perikanan Kab. Luwu), dan DrS. Saiful (Kepala BKD Kab. Luwu).

Kadis Dikpora, Fahri, yang ditemui Lagaligopos diruang kerjanya memberi penjelasan terkait hal tersebut. Fahri menjelaskan jika dia telah memenuhi panggilan Polda pada hari Rabu dan memberi penjelasan terkait K2 yang diduga fiktif itu.

“Saya dalam proses klarifikasi itu ditanya oleh Penyidik Polda apakah saya tahu tentang pendaftaran K2, saya latakan tidak tahu menahu sama sekali karna saya menjadi Kepala dinas pada tahun 2012, termasuk pengecekan terhadap berkas-berkas saya juga tidak tahu karna proses pendaftaran kemarin di BKD itu tidak kolektif,” ucap Fahri, Jumat (6/6/24).

Selanjutnya, Fahri menjelaskan ada 80 lebih K2 lulus melalui tes yang dilaporkan ke Polda dan posisi dia sebagai Kadis hanya mengesahkan kopian SK, mengenai berapa jumlah K2 yang diusulkan di bawah naungan Dikpora Fahri sama sekali tidak mengetahui.

“Selain itu saya juga ditanyai mengenai keaslian dari SK yang ada, sama sekali saya tidak mengetahui keasliannya hal itu terkait dengan yang besangkutan pemilik SK karna saya hanya mengesahkan saja kopian SK yang asli untuk kemudian dimasukkan ke BKD. Jangankan keaslian, jumlah honorer yang diusulkan oleh BKD ke BKN saya tidak tahu, nanti saat sudah ada pengumuman yang lulus baru saya mengetahui jika terdapat 596 orang,” katanya.

“Itu saja yang bisa saya katakan tentang hasil pemeriksaan Polda terhadap saya, selebihnya tentang hasil atau kesimpulan saya tidak tahu, yang pasti semua pertanyaan penyidik polda saya jawab sesuai apa yang saya ketahui,” aku Fahri

Sementara itu Kaniv Humas Polda yang sebelumnya coba dihubungi melalui HP terkait klarifikasi ini hanya memberikan jawaban singkat “maaf saya akan lakukan pengecekan dulu”. Hingga berita ini diturunkan tak ada konfirmasi dari pihak Polda.

Untuk diketahui, Masalah K2 fiktif sebelumnya sudah dilaporkan oleh berbagai pihak ke Polres Luwu, namun karena sebab yang tidak diketahui, Polres Luwu sampai saat ini belum bertindak terkait laporan itu. Sebelumnya pengaduan masalah K1 juga mengalami hal serupa, berhenti di tangan kepolisian setempat.

 

Reporter: AC
Editor: AS
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top