MASAMBA, LAGALIGOPOS.COM – Husni binti Lajori, 27 tahun, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Sepakat, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang di Kuwait sejak 2010. “Kami berharap pemerintah membantu menemukan anak kami dalam keadaan selamat,” kata ibu kandung Husni, Jahori, Selasa, 28 April 2015.
Dilansir dari media online tempo.co, Jahori menceritakan anaknya berangkat ke Kuwait melalui perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia, PT Momonso, pada 10 September 2008. Di Kuwait, Husni bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah milik keluarga Johra.
Menurut Jahori, awal 2010 Husni masih sering berkomunikasi dengan keluarganya di Masamba melalui telepon seluler. Husni juga masih sering mengirim sebagian gajinya. Namun memasuki akhir 2010, Husni tidak pernah lagi memberi kabar. “Kami hubungi telepon selulernya tidak tersambung,” ujarnya.
Jahori menjelaskan pihak keluarga sudah melaporkan hilangnya Husni kepada kepala desa. “Kami masih menunggu perkembangannya,” ucapnya.
Kepala Desa Sepakat, Ahmad Basri, mengatakan setelah mendapat laporan pihak keluarga Husni, dia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara guna membantu melakukan pencarian. “Hilang kontaknya ternyata sudah cukup lama. Sebenarnya upaya menghubungi Husni sudah sering dilakukan melalui telepon, tapi selalu gagal,” tuturnya.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Utara Ahdar menjelaskan sedang berkoordinasi dengan Kepala Desa Sepakat untuk mencocokkan data ihwal Husni.
“Kami juga sudah ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan berkaitan dengan pencocokan data karena informasi yang kami dapatkan, pihak keluarga dan Husni sudah dua tahun tak bisa berkomunikasi,” katanya.
Wakil Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan sudah mendapat laporan ihwal hilangnya kontak antara Husni dengan keluarganya. Untuk mempercepat pencarian terhadap Husni, dia sudah membahasnya dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Tenaga Kerja.
“Segala upaya kami lakukan agar bisa mengetahui di mana keberadaan Husni,” ujarnya.
Sumber: tempo.co
Editor: Zulfiqar Rapang
