BERITA PILIHAN

Wallacea Desiminasi Program Perlindungan Kompleks Danau Malili

MALILI, LAGALIGOPOS.COM – Wallacea melakukan desiminasi capaian program dalam acara Lokakarya Para Pihak dengan tema Mewujudkan Pengelolaan Kompleks Danau Malili Secara Multipihak dan Berkelanjutan Demi KelangsunganHidup Bersama. Kegiatan ini berlangsung di aula serbaguna kantor Camat Nuha.

Dalam loka karya yang di hadiri pihakBurung Indonesia, Perkumpulan Wallacea, Fakultas Kehutanan dan Perikanan UNANDA Palopo, Badan Lingkungan Provinsi Sulsel, Kepala Bappeda Luwu Timur, Bappedalda Luwu Timur, Pemerintah Desa Matano dan Nuha, dan Pokja Perlindungan Danau dari Desa Matano dan Nuha, tiga mitra Burung Indorensia yaitu Perkumpulan Walacea, Fakultas Perikanan dan Kehutanan UNANDA mempresentasekan capaian program selama lebih dari satu tahun di area kompleks danau malili, Jumat (25/3/2017).

Dalam kesempatan itu kepala Bappeda Luwu Timur Drs. Muh. Abriza menjelaskan pelestarian danau Malili yang kaya akan flora dan fauna endemik harus diletarikan. Salahsatu langkah yang efektif adalah Penataan dan pengelolaan ruang pada tiga danau tersebut (Matano, Mahalona dan Towuti). Selain pelestarian penataan dan pengelolaan ruang yang dilakukan partisipatif dapat menjadi acuan revisi RTRW Kabupaten yang bertujuan untuk pelestarian kompleks danau Malili.

“Penataan ruang dan program pelestarian yang telah dilakukan oleh Perkumpulan Wallacea dan UNANDA diharapkan memberi kontribusi besar dalam pelestarian kompleks danau Malili”.

Menurut Abriza telah banyak penelitian di komplek danau Malili oleh akademisi dari berbagai negara, namun sampai hari ini sangat minim kontribusi untuk melindungi dan melestarikan ekosistem danau. Hingga dengan adanya penataan ruang secara partisipatif dapat melibatkan banyak pihak.

Penataan Ruang Partisipatif Untuk Perlindungan dan Pelestarian Ekosistem Danau

Pelestarian kompleks danau Malili (Matano, Mahalona,dan Towuti)menjadi tanggungjawab semua pihak yang berada di sekitar danau dan semua pihak yang berkepentingan. Selain pelestarian flora dan fauna endemik penataan ruang juga menjadi hal penting dalam mendukung pelestarian kompleks danau Malili.

Penataan ruang secara partisipatif adalah sebuah model penataan ruang yang langsung dilakukan oleh masyarakat yang tidak hanya menitik beratkan lahan kelola masyarakat, tapi juga terkait pelestarian ekosistem. Penataan ruang ini berisi beberapa hal yaitu area aktifitas, area produksi dan area perlindungan. Ekosistem danau tidak hanya berada pada wilayah air tapi juga daerah sekitar yang akan mempengaruhi kondisi danau, flora fauna hingga manusia yang berdiam dan berkepentingan di sekitar danau.

“dengan adanya pihak-pihakyang terlibat dalam pelestarian kompleks danau Malili kita harapkan akan bias menjaga kelestarian ekosistem dantak kalah pentingnya penataan wilayah kelola dengan penetapan wilayah-wilayah tertentu, yang juga mendukung upaya pelesatarian” kata Abriza

Lanjut Abriza, pelestarian dan perlindungan serta Penataan ruang untuk ekosistem danau agar menjadi masukan dalam musrembang. Kemudian akan di integrasikan kepada setiap SKPD untuk mennjadi program yang turut mendukung program pelestarian dan perlindungan ekosistem danau.

Kompleks danau Malili yang selama ini berada dalam lingkup BKSDA dianggap tidak efektif dalam melakukan upaya pelestarian. Hingga perlu melibatkan pastisipasi Akademisi dan NGO. Sebut saja Fakultas Kehutanan UNANDA yang fokus pada tumbuhan endemik. Fakultas Perikanan UNANDA yang fokus pada Hewan endemik, dan Perkumpulan Wallacea dalam bentuk penataan ruang baik di danau dan sekitarnya.

Selain itu Adi Wijianto dari Burung Indonesia menjelaskan bahwa area Wallacea dan Kompleks Danau Malili secara khusus adalah daerah yang terkenal dengan keendemikan flora dan faunanya. Hal ini hanya ditemukan di kompleks danau Malili dan tak ada di tempat lain. Jika hal ini tak segera dilindungi dan dilestarikan hingga menyebabkan kepunahan, maka tak akan ditemukan lagi hal yang sama di tempat lain.

Program burung Indonesia memokuskan program pada beberapa aspek penting ekosistem danau, yaitu site, spies dan pelibatan masyarakat yang selanjutnya akan melahirkan kebijakan baik tingkat desa maupu  kabupaten. Diharapkan desiminasi ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang model dalam upaya perlindungan ekosistem danau Malili kedepannya.

Untuk diketahui satu tahun belakangan ini Fakultas Kehutana UNANDA menjalankan program peletarian spies tumbuhan endemik. Fakultas Perikanan  UNANDA menjalankan program pelestarian hewan endemik danau Ikan Bottini. Sementara Perkumpulan Wallacea Palopo fokus pada penataan wilayah kelola dan beberapa kegiatan ekonomi masyarakat di dua desa Matano dan Nuha yang berada di pesisir danau Matano.

Reporter: Acep Crisandi

Editor: Rima Tumbo

2 Comments

2 Comments

  1. Ardiansyah Malewongi

    29/03/2017 - 19:24 PM at 19:24

    Selama masih ada PT. Vale yang mengambil kekayaan Luwu Timur jangan harap ekosistem di sekitar danau akan terjaga.

  2. yus

    28/08/2017 - 15:50 PM at 15:50

    tumpang tindih regulasi membuat danau ini akan rusak
    ada aturan dari strategi perencanaan nasional, aturan pemda, aturan perdes, ditambah lagi LSM, dan PT. Vale Indonesia

    bingung mau menerappkan aturan yang mana. aturannnya bertabrakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top