BREAKING NEWS
You are here: Home » BERITA PILIHAN » Angkat Kematian Bayi Tinggi, Ini Kata Dinas Kesehatan Luwu
Angkat Kematian Bayi Tinggi, Ini Kata Dinas Kesehatan Luwu

Angkat Kematian Bayi Tinggi, Ini Kata Dinas Kesehatan Luwu

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – Jumlah kematian bayi dan balita di kabupaten Luwu masih digolongkan cukup tinggi. Pada tahun 2014 dinas kesehatan kabupaten Luwu mencatat 46 balita, dan 14 bayi yang berusia 0 sampai 1 tahun, meninggal dunia.

Pelaksana tugas kepala dinas kesehatan kabupaten Luwu, Suharkimin ketika dikonfirmasi, Rabu (06/5/15) menjelaskan tingginya jumlah kematian bayi dan balita di kabupaten luwu disebabkan banyak factor, salah satunya adalah kurangnya kesadaran ibu hamil memeriksakan kesehatan kandungannya ke bidan, dan dokter.

“Kematian bayi dan balita itu penyebabnya banyak faktor, salah satunya adalah  ibu hamil malas memeriksakan kandungannya ke dokter atau bidan, padahal jika dilakukan kontrol rutin, bisa dideteksi dan dilakukan pertolongan jika terjangkit penyakit,” kata Suharkimin.

Penyebab lainnya adalah bayi yang lahir premature, bayi yang lahir sebelum waktunya ini penyumbang terbesar penyebab kematian bayi dan balita. Kondisi fisik bayi yang lahir premature, lemah dan biasanya hanya dapat bertahan hidup selama beberapa hari saja.

“Bidan-bidan yang ada di desa harus mampu memberikan pemahaman pada masyarakat akan pentingnya memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter, yah itu tadi tujuannya, menghindari terjadinya bayi lahir premature,” katanya.

Selain bayi dan balita, jumlah kematian ibu hami di Luwu untuk tahun 2014, ada 9 orang dan tahun 2015 ini terdapat 3 orang. 7 diantaranya meninggal dunia akibat iklamsi atau keracunan kehamilan dan 2 lainnya akibat pendarahan.

“Semuanya itu bisa dicegah jika saat hamil, ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya, minimal 4 kali selama kehamilan,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan dinas kesehatan kabupaten Luwu menurunkan tingginya angka kematian bayi, balita dan ibu hamil adalah meningkatkan skill atau pengetahuan bidan, menempatkan bidan di tiap-tiap desa, serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung di desa atau puskesmas terdekat.

“Kita juga harus akui, bahwa selama ini bidan yang ada di desa belum berbuat maksimal, itu disebabkan masih kurangnya skill dan keterampilan mereka, untuk itu, kita akan terus berusaha untuk  meningngkatkan,” tuturnya.

Rahmawati, kepala seksi pelayanan kesehatan, dinas kesehatan kabupaten Luwu, menyebutkan, ibu hamil terkadang baru mau memeriksakan kandungannya ketika mengalami masalah atau ada kelainan, padahal harusnya pemeriksaan rutin dilakukan rutin, bahkan sejak mulai hamil.

“Jadi jika ada yang hamil dan rutin melakukan pemeriksaan kandungan pada bidan atau dokter kita bisa deteksi, apakah ibu tersebut kandungannya rawan atau tidak, dengan demikian kita bisa siaga dan ketika ada keluhan bisa langsung ditangani,” kata Rahmawati.

Adapun jumlah jumlah bayi dan balita serta ibu hamil yang meninggal dunia di kabupaten Luwu yang diperoleh dari data dinas kesehatan kabupaten Luwu sebagaiu berikut:

Ibu hamil yang meninggal dunia

2014

1.     9 orang

A.    Pendarahan: 7 orang

B.     Keracunan/Iklamsi: 2 orang

2015

1.     3 orang

A.    Pendarahan: 2 orang

B.     Keracunan kehamilan: 1 orang

Kematian bayi dan balita

2012

Bayi berumur 0-1 tahun: 77 orang

Balita berumur 1-5 tahun: 4 orang

2013

Bayi berumur 0-1 tahun: 19 orang

Balita berumur 1-5 tahun: 6 orang

2014

Bayi 0-1 tahun: 14 orang

Balita, 1-5 tahun: 46 orang

2015

Bayi, 0-1 tahun, 8 orang

Balita, 1-5 tahun, -0

(Sumber: Bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Dinkes Luwu)

Reporter: Acep Crisandy

Editor: Acep Crisandy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com