LINGKUNGAN

BMKG: Peralihan Musim, Luwu Raya Rawan Puting Beliung

Masamba, Lagaligopos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geopisika (BMKG) Luwu Utara memprediksi awal musim penghujan akan mulai terjadi memasuki pekan pertama November. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada dari ancaman angin puting beliung.
 
Kepala BMKG Luwu Utara, yang sekaligus membawahi empat kabupaten/kota di Luwu Raya, Tekad Sumardi mengatakan bahwa peralihan musim biasanya akan bersamaan dengan terjadinya angin puting beliung.

“Memasuki peralihan musim hujan ke musim kemarau, biasanya sangat rawan terjadi bencana puting beliung. Dari data yang ada diperkirakan akan terjadi pada minggu pertama bulan November,” tutur Tekad, Jumat, (01/11/2013).

Jika melihat intensitas hujan, sebutnya, memang masih rendah. Arah angin bergerak dari Selatan ke Utara dengan kecepatan 30 km/jam. “Hal ini dipengaruhi karena adanya sikon di daerah Samudra Pasifik sehingga pertumbuhan awan masih besar di daerah itu. Kondisi itu patut diwaspadai dengan adanya angin puting beliung,” jelasnya.

Menurut Tekad, potensi puting beliung sangat singkat dan cepat, yakni datang tiba-tiba. “Masyarakat harus tetap waspada. Selain puting beliung juga bencana alam lainnya,” imbau Tekad.

Memang, dalam beberapa hari belakangan ini, intensitas hujan mulai terjadi di wilayah Kota Palopo dan juga beberapa daerah didataran tinggi Kabupaten Luwu.

Hujan yang mulai turun itu membuat beberapa masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Luwu mulai menormalkan saluran air. Di Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua, misalnya, masyarakat mulai membersihkan saluran drainase yang dipenuhi sampah dan lumpur.

 

Sumber: Fajar.co.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top