LINGKUNGAN

Empat Tahun Beroperasi Ilegal, PT Harfiah Minta Tetap Beroperasi

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – DPRD Kabupaten Luwu bersama seluruh SKPD terkait menyatakan bahwa keberadaan tambang pasir golongan C di Desa Kadong Kadong Kecamatan Bajo Barat beroperasi secara ilegal. Hal ini disampaikan dalam hasil rapat tindaklajut keluhan masyarakat dan forum pemuda yang mempersoalkan keberadaan Tambang milik H. Sahar itu. (Baca: Forum Pemuda Desak DPRD Luwu Tutup Permanen Tambang Galian C

“Selama empat tahun lebih beroperasi, PT Harfiah hanya memiliki izin penambangan pasir disungai, namun kenyataannnya dilapangan tambang tersebut melakukang pengembangan usaha membuka pabrik penggilingan batu yang tidak memiliki izin,” kata politisi Gerindra, Baso SH, Selasa (29/9/15)

Menurutnya, selain pelanggaran tersebut, Perusahaan itu juga beroperasi tanpa standar yang jelas. “Tidak ada CSR sama sekali kepada masyarakat setempat,” ujar Baso.

Dalam rapat yang berlangsung di Komisi tiga DPRD Luwu itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga menyatakan bahwa jika setelah rapat ini PT Harfiah masih tetap beroperasi, maka semua aktifitas perusahaan tersebut ilegal. “Kita harapkan pihak kepolisian bisa bertindak jika masih ada aktifitas tambang,” kata perwakilan dari Dinas PU.

Namun ironisnya, walaupun sudah dinyatakan ilegal, perwakilan PT Harfiah dalam kesempatan itu masih tetap ngotot meminta untuk tetap beoperasi untuk memenuhi kouta material atau target mereka.

Setelah melakukan Pelanggaran Izin dan Pelanggaran undang-undang Lingkungan, kenapa perusahaan milik H. Sahar itu tatap tidak tersentuh hukum? Simak laporan khusus Lagaligopos menganai hal ini.

Reporter: Rima Tumbo

Editor: Rima Tumbo

3 Comments

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top