BREAKING NEWS
You are here: Home » PENDIDIKAN » Kadis DIKPORA: Itu Bukan Pungli Tapi Sumbangan
Kadis DIKPORA: Itu Bukan Pungli Tapi Sumbangan

Kadis DIKPORA: Itu Bukan Pungli Tapi Sumbangan

BELOPA, LAGALIGOPOS.COM – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Luwu membantah adanya pungutan liar di sekolah-sekolah dalam rangka menyambut Luwu Expo dan hari jadi kota Belopa pada 13 februari mendatang. (Baca: Jelang Luwu Expo, Beredar Isu Pungli)

Andi Fahri yang di konfirmasi melalui Hp membenarkan ada permintaan  kepada kepala sekolah untuk acara pameran dan peringatan Maulid, namun hal ini tidak di wajibkan kepada kepala sekolah dan merupakan keputusan rapat antara pihak Dinas dan kepala sekolah. (Baca: DPRD Minta Anggaran Luwu Expo di Transparansikan)

“Itu bukan pungli, hanya partisipasi kepala sekolah, itupun bukan paksaa, bagi mereka mau menyumbang atau tidak, utamanya non muslim dan ini sudah kesepakatan dalam rapat dengan kepala sekolah,” kata Andi Fahri kepada Lagaligopos, Jumat (23/1/2015)

Andi Fahri menambahkan hal ini tidak jauh berbeda dengan lembaga-lembaga atau oraganisasi yang menggelar kegiatan dan meminta sumbangan atau permohonan bantuan di daerah.

“Apa bedanya dengan organisasi atau lembaga-lembaga yang menggelar acara namun meminta bantuan ke daerah, itu kan bukan pungli namanya,” akunya.

Sementara itu, Luther salahsatu pegawai Dinas Dikpora Luwu juga membenarkan hal tersebut, bahwa ada permintaan sumbangan untuk partisipasi dari kepala sekolah melalui SMS. Menurutnya, ada kepala sekolah yang tidak memahami maksud dari permintaan sumbangan tersebut sehingga di anggap sebagai pungli.

“Itu sudah di rapatkan, hanya ada kepala sekolah yang tidak memahami hingga di anggap pungli,” ucap Luther.

Salah satu kepala sekolah yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan jika pemberian setoran itu di batalkan, namun ada beberapa kepala sekolah yang sudah terlanjur menyetor uang sebesar 445.000 ke Dinas Dikpora.

Ia juga mengatakan awalnya perkiraan Dinas Dikpora tentang stan pameran harus besar karna satu SKPD harus memiliki satu stan pameran. Namun setelah di konfirmasi jika panitia pelaksana pameran yang menyiapkan hal itu dalam pameran maka permintaan setoran kepada kepala sekolah dibatalkan.

“Memang ada namun di batalkan, ada beberapa kepala sekolah yang telah menyetor ke Dinas, namun saya tidak tahu apakah sudah di kembalikan uang mereka atau tidak. Awalnya Dinas membayangkan jika tenda atau stan pameran harus besar, namun ternyata itu disiapkan panitia makanya penyetoran uang sebesar 445.000 di batalkan,” terang kepala sekolah itu.

 

Reporter: AC
Editor: AC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com