BREAKING NEWS
You are here: Home » BERITA TERKINI » Pengadilan Kopi
Pengadilan Kopi

Pengadilan Kopi

MASAMBA, LAGALIGOPOS.COM – Ada banyak macam jenis kopi di dunia ini. Beragam pula rasa yang ditawarkannya. Bagi penikmat kopi, rasalah yang menjadi pembeda. Selalu akan hadir “sesuatu yang lain”.

Kini hadir lagi satu jenis rasa kopi dari Seko dan rongkong, sebuah wilayah terpencil didataran tinggi Kabupaten Luwu Utara. Bubuk Kopi Robusta dan Arabika yang diberi label KOLONG (hitam). Diolah dari biji kopi hasil pertanian masyarakat adat yang mendiam dataran tinggi Tokalekaju di Kecamatan Rongkong dan Seko.

Areal perkebunan kopi berada di ketinggian antara 1300-1500 mdpl. Diolah secara alami menjadikan rasanya tidak kalah dari kopi yang berasal dari wilayah tetangganya Toraja.

Yang kopi Kolong dari Kopi lain yang saat ini banyak beredar di pasaran adalah cara pembuatannya. Kopi Kolong diolah secara tradisonal. Biji kopi (greenbean) yang dibeli langsung dari petani di roasting (istilah sangrai) menggunakan semacam kuali dari tanah liat degan bahan bakar kayu untuk menjaga kulitas rasanya. Mulai dari proses penanaman, panen, sapai pembuatan bubuk kopi semua dilakukan secara tradisonal.

Dan semua itu dilakukan oleh anak-anak muda yang ada di Dusun Salutallang Desa Marampa Kecamatan Rongkong.

Inisiatif anak muda setempat mengolah langsung hasil alam mereka menjadi produk jadi untuk menegaskan ada sesuatu yang lain dalam rasa yang menjadikan kopi Kolong layak bersaing dengan kopi-kopi lain.

Selain itu, selama ini hasil pertanian kopi didaerah mereka lebih banyak dijual ke wilayah Toraja dalam bentuk biji (green bean), yang kemudian di olah dan di branding manjadi Kopi Toraja.

Dan alasan mendasar lainnya adalah dengan adanya pengolahan langsung diharapkan bisa mempengaruhi harga kopi di masyarakat petani yang selama ini dikendalikan oleh tengkulak.

Tribar Suru’ adalah anak muda yang pertama kali menginisiasi untuk memulai usaha ini. Dia adalah alumni Unhas yang pulang kampung untuk mengembangkan potensi kopi didaerahnya.

Dia jg mengajak anak-anak muda dikampungnya di Desa Marampa untuk bersama-sama mengolah dan membuat industri kopi langsung dari Petani. Dan hal ini direspon dengan baik oleh pemerintah Desa Marampa.

Kepala Desa Marampa, Santiaji berujar bahwa Pemerintah Desa akan membantu mengembangkan usaha ini melalui skema Badan Usaha Milik Desa dan juga akan menggalakkan perkebunan kopi Masyarakat di Desanya.

Sebuah kopi dengan rasa lain yang tak biasa telah hadir. Pendatang baru dalam dunia kopi memulai debutnya. Kopi Kolong membuka sebuah ruang selera baru, dimana didalamnya kopi Kolong siap diuji oleh para penikmat kopi. Ujian itu semacam “Pengadilan untuk Kopi Kolong”, menguji sejauh mana daya gugah rasa yang ditawarkannya menyentuh lidah para penikmat kopi. Silahkan membuktikan sendiri rasanya!

Saat ini kopi Kolong sudah dipasarkan dibeberapa titik di Kota Palopo, juga di Luwu Utara Kecamatan Baebunta, dan Bone-Bone.

Untuk pengembangan pemasaran kedepan, saat ini produk Kopi Kolong sedang didaftar secara legal ke pemerintah agar bisa juga di pasarkan ke minimarket dan pasar-pasar modern di Kota Palopo dan tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan ke luar pulau Sulawesi.

Oleh: Abdi Akbar
Editor: Rima Tumbo

2 comments

  1. Hahahahha pengadilan kopi keren sekali hahaha

  2. Sy pencinta kopi sudah tak sabar lagi ingin merasakan biji kopi rongkong – seco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
shared on wplocker.com