EDITORIAL

Nurdin Halid Vs Syahrul Yasin Limpo, Cerita Panjang Seteru Dua Orang Kuat Lokal

Nurdin Halid bersama Syahrul Yasin Limpo saat jadi saksi pernikahan Wabup Soppeng Supriansa-Nurul Muhliza

Suksesi Gubernur Sulsel 2003 adalah cerita pembuka perseteruan tanpa ujung Nurdin Halid vs Syahrul Yasin Limpo. Sama-sama dibesarkan Partai Golkar, keduanya nyaris tak pernah sehaluan hingga kini. Ada apa?

Nurdin Halid kembali mengusik trah Yasin Limpo baru-baru ini. Penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel menggantikan SYL, beraroma tak lazim. Ia disebut menjadi pion DPP dalam menyusun upaya menghentikan langkah Ichsan Yasin Limpo di musda.

Musda hanya satu dari 1.001 cerita yang mengiringi perjalanan Nurdin dengan keluarga YL. Jauh di tahun 2003, kisah itu sudah menyala-nyala.

Saat suksesi 2003, Partai Golkar menduetkan HM Amin Syam-Syahrul Yasin Limpo. Nurdin yang sejak awal tak respek dengan pasangan ini berbelok haluan. Ia turut mencalonkan diri dengan menggandeng Iskandar Mandji.

Lengkapnya lagi, pria kelahiran Bone ini merangkul Ilham Arief Sirajuddin, politisi muda partai beringin, untuk mendukungnya di suksesi. Karena ideologi politik yang sejalan, Ilham AS dengan berani turut membangkang pada keputusan Golkar. Sayang, cerita ini berakhir dengan kekalahan Nurdin.

Setelah kalah di suksesi, Nurdin berlabuh ke kancah politik nasional. Sejak itulah rentetan perseteruannya dengan Syahrul terus abadi.

Di Pilwalkot 2013, Nurdin kembali terlibat perang urat saraf dengan SYL. Nurdin ngotot menduetkan Supomo Guntur dengan adik kandungnya, Kadir Halid.

Giliran SYL yang meradang. Gubernur dua periode itu menolak keras Kadir Halid sebagai pendamping Supomo.

Ia menginginkan mantan Sekkot Makassar itu diduetkan dengan Farouk M Betta. Tapi campur tangan DPP memutuskan “perkawinan paksa” Supomo-Kadir.

Perlawanan SYL kian mencapai titik didih. Ia membuka poros baru dengan mendorong adik kandungnya, Irman Yasin Limpo (None) maju berpasangan dengan Busrah Abdullah. Poros dadakan ini memberi efek kejut luar biasa pada Partai Golkar.

Misi SYL mengacak-acak soliditas Golkar Makassar yang mengusung Supomo-Kadir berhasil. Suara pasangan ini jeblok. Tapi sayang poros SYL juga harus menerima kenyataan gagal mengatasi elektabilitas Danny-Ical yang disokong oleh Ilham Arief Sirajuddin.

Sama-sama tumbang tidak lantas memutus gesekan politik keduanya. Nurdin terus bergerilya di DPP. Sementara SYL semakin menancapkan pengaruhnya di Sulsel.

Perpecahan di DPP Partai Golkar yang melibatkan kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono sejak 2014 kembali memicu ketidakharmonisan SYL-Nurdin. Puncaknya, ketika SYL memutuskan maju di Munas Golkar tahun 2016.

Gagal di munas, SYL menghadapi sentimen friksi politik dari kubu Setya Novanto. Mantan Bupati Gowa itu digoyang. Setelah SYL lengser didoronglah Nurdin Halid menjadi plt Ketua Golkar Sulsel.

Pergantian ini terjadi saat Partai Golkar sedang menghadapi dua momen politik krusial, Musda Golkar Sulsel dan Pilgub 2018. Banyak kader menyebut pergantian itu “kudeta” untuk memutus pengaruh imperium Yasin Limpo di Sulsel.

Nurdin dipandang bermanuver untuk mengganggu kepentingan Ichsan YL yang disiapkan menjadi suksesor SYL di pilgub. Benar saja. Nurdin yang sudah mengalkulasi kekuatan Ichsan di DPD II menunda musda tanpa batas waktu.

Misinya untuk membelah soliditas DPD II setidaknya efektif sampai hari ini. Golkar Sulsel pelan-pelan ia kendalikan dan para loyalis SYL mulai ia rangkul.

“Mungkin demikian misinya. Ada kekhawatiran kelompok tertentu kalau SYL tidak dilengser, Ichsan YL berpeluang mengendarai Golkar di pilgub,” terang pengamat politik, Juanda H Alim.

Apakah penunjukan Nurdin mengusung misi seperti itu? Juanda mengatakan, spekulasinya bisa demikian. Karena dari sejarahnya, Nurdin dengan keluarga SYL memang tak pernah begitu harmonis dari dulu.

Sekarang mulai terlihat bahwa upaya itu memang untuk memotong dominasi trah Yasin Limpo yang begitu mengakar di Sulsel. Menurut Juanda, masih ada peluang Ichsan mengendarai Golkar, tetapi sangat kecil, karena sekarang bola di tangan Nurdin.

Nah di manakah ujung perseteruan Nurdin dengan trah Yasin Limpo? Siapa yang akhirnya akan memegang kendali “bola kuning”? Kita tunggu.

Oleh: Rendy, linksatu.com 

2 Comments

2 Comments

  1. Arman

    27/08/2017 - 10:00 AM at 10:00

    Sama” ji waktaknya dua org ini sama” jahatnya hahahaha
    Jadi ingat isu makassar berdarah yg di pake syl saat pemilihan gubernur sulsel 2003. Isu itu muncul setelah berhembus kabar akan datang massa dari bone pasca kekalahan Nurdin

  2. opu

    27/08/2017 - 11:34 AM at 11:34

    arung palakka vs sultan hasanuddin juga dulu bergitu
    arung palakka m=bergabungg membantu belanda menyerang kerajaan gowa
    Seteru nurdin vs syahrul punya leggitimasi historis
    tp saat ini seteru itu dlm konteks berebut kekuasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top