HUKUM

Luwu Raya Darurat Korupsi, PB IPMIL: Jangan Sampai Penyidik Masuk Angin

Pegurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL) menggelar aksi di depan Kejati Sulselbar, Selasa (22/8/2017)

MAKASSAR, LAGALIGOPOS.COM – Pegurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL) berkesimpulan bahwa Luwu Raya saat ini dalam keadaan darurat korupsi. Indikasinya, banyak kasus korupsi di Luwu Raya hingga saat ini belum diselesaikan secara tuntas oleh penegak hukum.

Hal ini membuat PB IPMIL Raya mendesak pihak kejaksaan tinggi (Kejati) Sulselbar mengusut tuntas semua kasus itu. “Semua itu sangat disayangkan karena telah mandek, jangan sampai pihak penyidik telah masuk angin,” ujar Arwan saat menggelar aksi di depan Kejati Sulselbar, Selasa (22/8/2017).

“PLTMH Luwu Timur dari tahun 2009 sampai sekarang belum ada kejelasan. Kasus DID Luwu Utara yang masih terindikasi ada yang terlibat tapi didiamkan. Kasus pengadaan 1000 Kandang Ayam tidak ada kejelasan dan ada yang terindikasi terlibat kasus korupsi APBD Kota Palopo. Kasus pembangunan rumah jabatan Bupati Luwu yang sampai hari ini masih mengambang, Gernas Kakao di Luwu, dan masih banyak kasus lagi,” bebernya.

PB IPMIL Raya juga memberi warning kepada penegak hukum agar objektif dan jangan tebang pilih dalam menyelesaikan kasus-kasus itu. “Penegak hukum jangan main-main, tolong penegak hukum selesaikan kasus itu semua,” ujar Arwan.

Sementara itu Pihak Kejati Sulselbar didepan pengunjuk rasa mengatakan bahwa kasus DID Luwu Utara tidak berhenti. “Untuk kasus itu kami masih menunggu perkembangan dari pihak penyidik,” kata salah satu staf Kejati.

Lebih jauh, Kejati Sulselbar menjelaskan bahwa kasus DID, Kandang Ayam, Rujab Bupati Luwu, dan Gernas Kakao ditangani oleh pihak kepolisian. “PLTMH kami tangani,” katanya.

Pihak Kejati Sulselbar juga berjanji mempertemukan pengunjuk rasa dengan salah satu penyidik kasus PLTMH tapi sampai demonstrasi selesai penyidik itu tak kunjung datang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

To Top